APMTN : Penelitian Trigona dengan Akademisi UNRI

madu hutan

Pekanbaru (16/04/2014) Lebah trigona merupakan lebah anggota family Meliponidae. Secara anatomi, ukuran lebah Trigona lebih kecil dibanding jenis lebah lainnya. Bahkan , dibanding dengan lalat sekalipun. Secara alamiah, Trigona merupakan lebah berukuran mini dan tidak dilengkapi sengat. Sebagai bentuk pertahanan diri beserta koloninya, Trigona memiliki kemampuan memproduksi propolis. Propolis ini akan melindunginya dari ancaman predator dan hama lainnya. Jika Apis mellifera atau Apis lainnya disebut lebah madu. Maka,Trigona dikenal sebagai lebah propolis.

Penelitian Trigona APMTN dilakukan untuk mengetahui jenis sebaran Lebah Trigona yang tersebar sekitar kawasan Tesso Nilo. Target lokasi penelitian dilakukan di Desa Lubuk Kembang Bunga, desa Air Hitam, desa Pangkalan Gondai, desa Situgal, desa Gunung Melintang, desa Lubuk Kebun, dan desa Logas Tanah Darat. Penelitian Trigona melibatkan dua orang anggota APMTN, 1 Commnity Organizer WWF Riau, dan tiga orang mahasiswa Biologi UNRI. Penelitian telah dilakukan sejak bulan maret hingga april 2013.

 

Adanya Hasil penelitian Trigona,tidak tertutup kemungkinan APMTN untuk dapat membudidayakan lebah Trigona Spp di kawasan hutan Tesso Nilo. Propolis dapat menjadi salah satu sumber mata pencaharian alternative bagi petani madu hutan Tesso Nilo yang bernilai ekonomi tinggi.

 

 

 

 Lebah Hutan Apis Dorsata

Species lebah penghasil madu ini hidup di kawasan hutan sub-tropis dan tropis Asia seperti Indonesia, Philipina, India, Nepal. Khusus di Indonesia, spesies ini hidup di hutan Sumatra, Kalimantan, Sulawesi , Irian , NTB dan NTT.

Lebah Apis Dorsata memiliki banyak nama sebutan lokal. Di Kalimantan Barat – danau Sentarum di sebut Manye/Muanyi  , di Jawa Tawon Gong , di Sunda tawon odeng, Di daerah Sumatera Barat di panggil labah gadang, labah gantuang, labah kabau, labah jawi, di Tapanuli disebut harinuan, sedang dalam bahasa Inggris disebut giant honey bee.

Apis dorsata sendiri dibedakan atas tiga sub-species yakni A. dorsata dorsataA.d. binghami (hanya terdapat di Sulawesi) dan A. d. breviligula (terdapat di Filipina).Lebah ini biasanya membuat sarang dengan hanya satu sisiran yang menggantung di dahan dan ranting pohon, langit-langit terbuka dan tebing jurang bebatuan. Sisiran sarang bisa mencapai 2 x 1 meter dengan hasil bisa mencapai 20 kg/sarang.

Lebah termasuk kelompok serangga bangsa (ordo) Hymenoptera / bersayap bening yang membesarkan anak-anaknya dengan serbu sari dan madu (Julmansyah,2010). Tubuh lebah ditutupi bulu-bulu halus yang berguna untuk menangkap serbuk sari yang diperoleh dari bunga. Serbuk sari yang terkumpul disisihkan ke wadah khusus yang terdapat di tungkai belakang. Mulutnya berbentuk tabung panjang yang dipakai untuk menghimpun nectar yang disimpan dalam lambung madu (tembolok) yaitu bagian usus yang dapat mengembung. Bangsa lebah beranggotakan 12.000 species. Kebanyakan serangga ini hidup soliter, kecuali suku Apidae yang berkoloni.

madu hutan