MADU HUTAN Tessonilo Bersertifikasi WWF, TERJAMIN

Pengembangan Madu Hutan di Provinsi Riau sebagai upaya perbaikan lingkungan dan peningkatan pendapatan masyarakat memiliki kaitan erat dengan peningkatan ketersediaan pakan lebah. sehingga kegiatan menanam berbagai jenis tanaman kususnya yang menjadi sumber pakan lebah menjadi bagian penting untuk mewujudkan kondisi dan harapan tersebut.

 

Indonesia pernah menjadi andalan dunia karena hutannya yang terjaga. namun saat ini tekanan hebat terhadap hutan kita telah membuat banyak membuat pepohonan kita berkurang, akibatnya banjir, keringnya sumber-sumber mata air, hingga iklim di lingkungan kita yang tidak lagi nyaman untuk kehidupan.

Mari kita ganti pepohonan dan ganti hutan dengan menanam setiap jangkal tanah disekitar kita. sukseskan hari menanam pohon nasional setiap tanggal 28 november dan bulan Desember sebagai bulan menanam nasional. mari menanam, satu orang menanam satu pohon akan memberikan sumbangan yang berarti bagi dunia, lingkungan dan bumi yang kita cintai.

Kali ini, kami menampilkan protet kegiatan tempat dilakukannya pengembangan lebah madu.

Pertama area model lebah madu di desa Kuotan Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. dan kedua lebah madu di hutan Desa kembang bungo di kecamatan ukui kabupaten pelelawan

 

Areal model lebah madu di desa kuotan kecamatan tambang kabupaten kampar. jenis lebah madu budidaya ini memiliki nama ilmiah apis terana dan madu yang dihasilkan dari kegiatan ini merupakan bentuk hasil hutan bukan kayu atau AHBK.

Dalam perjanan kami menuju desa kuatan kita bisa saksikan sebuah potret desa dan lingkungan yang masih hijau dengan beragam tanaman.

Lihat saja tanaman kehutanan juga tanaman serba guna. nah, dalam kaitannya dengan areal model budidaya lebah madu atau budidaya lebah ketesediaan tanaman yang banyak dengan faktor penentu keberhasilan budidaya lebah. dengan berlimpahnya tanaman kususnya yang memiliki bunga akan memberikan pakan yang berlimpah bagi lebah-lebah yang dibudidaya.

 

Madu sialang merupakan madu yang dihasilkan oleh lebah liar (Avis Dorsata) yang terdapat di sekitar kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Lebah liar tersebut bersarang pada pohon-pohon tertentu seperti pohon Kruing, Kempas, Ara, Kedundung Terap, Jelutung, dan Meranti Batu. Oleh masyarakat setempat pohon tempat bersarangnya lebah liar dinamakan Sialang.

 

 

Madu

Proses Produksi Madu

Sebagai salah satu sumber pendapatan ekonomi. Madu Sialang ini dipanen secara lestari dan higienis oleh masyarakat setempat yang tergabung dalam Kelompok Tani Usaha Madu Sialang lestari dan Kelompok Tani Usaha Madu Sialang Ungkup.

Mdu Sialang Tesso Nilo telah diproses dengan menggunakan peralatan berstandar higienis. Serta bebas dari campuran zat kimia. Melalui manajemen Internal Kontrol Sistem (IKS), Kelompok Tani Usaha Madu Sialang memberikan jaminan akan kemurnian dan keaslian produk Madu Sialang Tesso Nilo.

Kegiatan produksi madu telah menumbuhkan kesadaran masayarakat untuk melindungi keberadaan pohon Sialang serta melestarikan kawasan TNTN yang merupakan habitat pohon tersebut.

 

 

Dengan membeli Madu Sialang Tesso Nilo, berarti Anda telah membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan Tesso Nilo serta ikut berpartisipasi dalam upaya mendukung pelestarian Taman Nasional Tesso Nilo.

Taman Nasional Tesso Nilo yang terletak di provinsi Riau telah diresmikan oleh pemerintah sejak 19 Juli 2004. Kawasan seluas 38.576 hektar ini merupakan kawasan perlindungan bagi harimau dan gajah Sumatera. Selain itu Tesso Nilo merupakan habitat bagi 360 jenis flora, 107 jenis burung serta 3 persen spesies mamalia dunia.

 

Khasiat Madu

KHASIAT MADU

Khasiat Madu.

Telah lama diketahui bahwa madu dipercaya sebagai minuman yang memiliki berbagai macam khasiat bagi tubuh, diantaranya untuk mencegah dan mengobati berbagai macam penyakit seperti alergi, influenza, sakit kepala akibat sinus, perut kembung, darah tinggi, diabetes, serta untuk menurunkan kadar kolesterol, mengurangi resiko jantung, dan menjaga stamina tubuh.

 

Asosiasi Petani Madu Hutan Tesso Nilo (AMPTN)

Green and Fair Product

Green and Fair Product

Seperti yang telah diketahui, kawasan konservasi kaya akan berbagai potensi alam yang diantaranya dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan obat tradisional serta barang kerajinan. Oleh karena itu sejatinya kawasan konservasi mempunyai arti yang penting bagi kehidupan masyarakat di dalam maupun di sekitar kawasan.

WWF-Indonesia bersama masyarakat, yang hidup dikawasan konservasi, terutama kaum ibu, berupaya untuk mengembangkan pemanfaatan berbagai potensi alam tanpa meruak kawasan. Potensi alam tersebut dikembangkan menjadi produk yang kemudian bias dipromosikan dan dipasarkan sebagai Green and fair Produk, atau dengan bahasa yang kita kenal sebagai Produk Ramah Lingkungan dan Adil.

Kegiatan pengembangan produk local dengan cara-cara yang ramah lingkungan dapat menjadi sebuah kegiatan usaha yang berkesinambungan. Oleh karena itu WWF-Indonesia terus berupaya mendorong masyarakat local untuk mengembangkan kelompok usaha kecil berbasis masyarakat ini.

What is Green?

Istilah green dalam Green and Fair Product menjelaskan bahwa produk madu ini merupakan hasil kekayaan alam yang dikelola oleh masyarakat dengan cara-cara yang melestarikan alam. Madu dihasilkan dari bahan-bahan alami yang dipanen secara arif dan berkelanjutan. Budidaya madu diolah secara alami tanpa menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan.

Fair

Proses pengelolaan budidaya madu dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat setempat bersamaan dengan pelestarian sumber daya alam yang berkelanjutan. Masyarakat mendapatkan seluruh manfaat dari hasil penjualan sebagai pihak produsen. Produk dijual sesuai dengan nilai yang adil bagi pihak produsen. Madu Tesso Nilo dikelola dengan cara-cara yang sesuai dengan kearifan local

 

 

 

 

LEBAH MADU BUDIDAYA

Nah sekarang, kita sudah berada di rumah ridwan seorang petani lebah budidaya yang dibina balai pengelolaan daerah aliran sungai atau BPDAS indragirilokan. rumahnya yang terlihat cukup asri dengan berbagai jenis tanaman kita bisa saksikan puluhan stum atau koloni lebah madu budidaya. saat kami tiba dari salah seorang anak ridwan tengah melakukan panen madu dan pemindahan lebah dari glodok ke dalam stum. glodok adalah istilah lokal yang berarti wadah penampung lebah sementara yang terbuat dari pohon kelapa. sementara stum atau kloning merupakan sarang lebah budidaya. didalamnya terdapat 7 atau 8 sisir tempat lebah membuat sarang untuk menghasilkan madu. usaha lebah madu budidaya ini menurut ridwan telah dimulai sejak tahun 1999. kegiatan dimulai usai ridwan dan anaknya deswi hangga mengikuti pelatihan yang digelar sub bag balai rehabilitasi lahan dan konservasi tanah departemen kehutanan atau yang sekarang dikenal dengan BPDAS indragirilokan. selain modal pelatihan, peserta pelatihan yang ketika itu digelar di kulo budidaya berupa kloning lebah serta beberapa jenis tanaman yang menghasilkan bunga sebagai pakan ternak. ada kawan yang datang kesini melalui kepala desa, orang itu katanya untuk melatih lebah madu ini apis terana. tapi saya coba sama adik sri hang ratu anak saya, saya coba pergi pelatihan ke kluwek itu setelah dilatih. kami berjuang untuk memikirkan kehidupan kita sendiri dengan masyarakat melalui lebah ini. alhamdulillah sampai sekarang lebah ini penghasilan-penghasilan lebah ini walau pun untuk masyarakat nganggur di desa kuapan ini sebagian terbantu oleh hasil lebah ini. luas areal lebah madu di desa kuakan yakni 10 hektar yang dilakoni 20 petani lebah. mereka sendirinya adalah warga desa setempat. ridwan sendiri sejak memulai usaha ini sebagai petani lebah madu budidaya hingga lima tahun pertama yakni sampai tahun 2004 dengan tekn bekerja menjadi petani lebah madu, namun di tahun berikutnya usaha ini dikembangkannya dengan menghasilkan stum atau kloning tempat lebah-lebah bersarang. madu budidaya ini mulai tahun 1999. waktu itu saya keliling pake kendaraan. mulai dari kluwek sampai pekanbaru sekeliling kota. waktu itu saya masuk 2 kali seminggu, waktu itu penghasilan saya sehari 700 kadang-kadang 500, ada yang 300. setelah lebah ini saya bikin label, beli segelnya orang sudah kenal semua jadi kita tidak jualan keliling lagi. di label saya itu saya tulis menjual madu asli, menjual bibit lebah, peralatan-peralatan yang perlu untuk mengambil madu lebah. hasilnya banyak pengusaha yang datang untuk membeli bibit lebah kita ini. setelah kita mendapat perkembangan yang sama juga lebih dari penghasilan madu. jika kini usaha lebah madu budidaya milik ridwan telah berkembang itu tidak semata-mata hasil pengembangan hasil usaha tersebut namun yang tidak kalah penting ada usaha dari ridwan untuk menyediakan pakan untuk lebah apisterana. caranya dengan terus menanam tanaman yang menghasilkan bunga disekitar rumahnya. wajar jika kini disekitar rumah ridwan dipenuhi tanaman yang menghasilkan bunga sepanjang tahun seperti jambu air, durian, pepaya, rambutan, karet, kelapa dan jenis tanaman lainnya yang menghasilkan bunga untuk pakan lebah madu. jadi waktu itu kan tanaman itu memang tidak banyak seperti sekarang, karena waktu itu kalau dalam pelatihan itu kemarin tentang perlebahan ini kalau panas kuat, jadi lebah itu tidak mau berkembang maka saya tanam pohon-pohonan seperti karet juga karetnya menghasilkan madu jadi sekarang itu lah saya tanam semuanya sama seperti yang sejuk ini. apa pak tanamannya? jambu, kopi, coklat, durian, mangga dan bermacam-macam yang lain kan ada semuanya. sebagai generasi kedua petani lebah madu di desa kuakan desti hangga mengaku lingkungannya kini terasa lebih hijau. kalau dulunya kan tanaman disekitar desa ini cuman kayak tanaman di hutan gitu ga kayak tanaman yang ada sekarang. kalau yang ada sekarang ini kan tanamannya untuk kebutuhan lebah juga. budidaya tanaman lebah madu ini ternyata tidak saja membawa dampak positif bagi upaya perbaikan lingkungan yang ditandai dengan dorongan untuk terus menambah jenis tanaman untuk menyediakan bunga bagi pakan lebah madu budidaya. namun secara ekonomi jelas menguntungkan. ekonomisnya juga mengandalkan juga bagi kehidupan kita. dalam arti begini terkadang kita kerja yang lain untuk mencari uang ga dapat. kadang sendiri kita lihat lebah ini ada madunya juga kita ambil itu menjadi juga untuk penghasilan. untuk anak-anak sekolah, ada juga untuk beli-beli kendaraan, ada juga sampai sekarang anak-anak selesai itu udah sekolah semua dan ada yang tamat. penghasilan dari lebah in yang kami rasakanm yaitu untuk biaya sekolah kami, kakak, adik, sudah bisa membantu untuk biaya sekolah ada juga untuk beli kendaraan kebetulan sudah bisa terpenuhi dari ternak lebah ini. keuntungan secara ekonomi tidak saja dirasakan oleh keluarga ridwan namun juga warga setempat. contohnya saja ini, pekerjaan pembutan stum atau kloning lebah ini lagi ikut memberi peluang kerja bagi warga yang berminat juga berkontribusi bagi perkembangan lebah madu di provinsi riau. satu unit stum dijual seharga 250 ribu rupiah beserta lebahnya dan kini pemasarannya tidak saja disekitar kampar dan provinsi riau. namun peminat juga berasal dari provinsi tetangga seperti provinsi riau, jambi dan provinsi sumatra barat. nah pemirsa itu tadi tayangan kami tentang bagaimana kegiatan areal model budidaya lebah madu di desa kuapan kecamatan tambang kabupaten kampang.

 

MADU ASLI HUTAN

sekarang kami akan menyajikan tayangan dari kegiatan sekelompok warga di desa lubuk tambang bungur di kecamatan ubui kebupaten plawangan. sebelum sampai ke desa ini dari pangkalan kerinci kabupaten plawangan kami didampingi seorang pegawai dari balai taman nasional tessonilo. berbeda dari areal model di desa kuapan kampak kegiatan 20 orang warga desa warga setempat yang tergabung dalam satu kelompok pemanjat pohon sialang membuat pesan bahwa hutan menyediakan pakan untuk lebah menghasilkan madu namun terus berkurangnya tanaman didalam hutan praktis akan mempengaruhi produksi madu hutan. sehingga perlindungan dan menambah koleksi dan kuantitas tanaman kehutanan baik oleh warga setempat maupun pemerintah dan pihak swasta merupakan wujud tindakan konkrit pada tujuan perbaikan lingkungan dan menjaga kelestarian hutan. setelah 15 menit perjalanan dengan pong-pong akhirnya kita samapai ditempat dimana kita akan melihat seperti apa kegiatan pengambilan madu di pohon sialang dari jenis tanaman yang bernama lokal baukaluang. pemirsa, pohon sialang merupakan istilah untuk semua jenis pohon yang disinggahi lebah hutan untuk bersarang menghasilkan, dan menyimpan madu dari bunga tanaman hutan. di desa lubuk lambang bungo kegiatan produksi madu dari lebah di huitan-hutan sekitar desa sejak tiga tahun terakhir telah beralih menjadi mata pencaharian utama sejumlah warga desa. sebelumnya mereka lebih banyak melakoni kegiatan bertani dan berkebun. biasanya, pengambilan madu dilakukan pada malam hari. namun kali ini pengambilan madu yang dilakukan siang hari dengan harapan bisa memberikan pemandangan yang lebih memuaskan pada pemirsa tentang pengambilan madu hutan. nah, pilihan ini ternyata juga memiliki resiko serangan lebah yang disian hari lebih ganas. apalagi disaat pemanjat sudah dekat dengan sarang dan mulai mengambil madu. mengurangi resiko tersengat lebah selain pemanjat mesti mengenakan kostum yang aman dari sengatan lebah kami sendiri terpaksa harus berada cukup jauh dari tempat pohon sialang. setelah berlangsung sekitar dua jam lebih akhirnya madu hutan yang merupakan hasil hutan bukan kayu dari enam sarang lebah dengan ukuran bervariasi berhasil juga diambil. berbeda dengan madu dari kegiatan budidaya madu utan yang kali ini baru saja dipanen warnanya jauh lebh gelap. dan nanti rintang pemanjat pohon sialang akan menjelaskan kepada kita tentang kondisi lingkungan hutan dan jenis tanaman kehutanan didalamnya. nah, disela-sela kepulangan menuju desa terlihat warga desa yang membawa kayu hasil olahan dari hutan. kenyataan ini tidak saja menurangi hasil dari tanaman kehutanan yang ada namun juga akan mempengaruhi serius bagi kelangsungan lebah madu hutan. nah sekarang kita akan lihat seperti madu disarang-sarang lebah yang diproses. sebagian hutan dari hutan-hutan di provinsi riau sebenarnya memiliki kualitas baik. proses pengolahan yang dilakukan masyarakat secara sederhana atau dengan cara seperti ini dengan cara mengiris sarang lebah atau dengan meremas sarangnya ternyata berdampak pada prospek pemasaran di pasar internasional. sehingga bentuk pemrosesan yang lebih memadai dan lebih baik dan aspek higienisitas atau pemanfaatan teknologi pengolahan madu menjadi harapan dikalangan kelompok petani lebah madu di desa lubuk lambang bungor. nah, terkait warna madu yang terlihat coklat tua atau lebih gelap menurut bintang hal ini disebabkan kondisi lingkungan yang berkaitan kurangnya tanaman khas hutan yang secara alami menyediakan bunga-bunga sebagai pakan lebah. pihaknya sendiri telah melakukan upaya pendataan terhadap keberadaan pohon-pohon sialang di sekitar desa, tercatat ada sekitar 60 batang pohon sialang. sehingga jika hutan terus diganggu tentu bukan saja akan mengurangi madu secara kuantitas tapi juga kualitas madunya. untuk itulah rintan berharap adanya upaya perlindungan serius terhadap pohon-pohon sialang dan hutan secara keseluruhan. kalau warna ini pertama karena dia ketuaan yang kedua kali dia lingkungan. nah inilah pengaruhnya dari akasia ini menurut kita. kalau dari alam menurut kita semua yang kita kerjakan bagus warna kuning, paling banyak kemerahan. menurut rintan laporan pemanjat pohon sialang apa yang dilakukan oleh kelompok dan warga desa upaya perlindungan terhadap hutan dan termasuk didalamnya pohon sialang juga dilaksanakan oleh pemuka adat melalui perangkat adat setempat. tujuannya jelas agar kelestarian pohon sialang tempat lebah menghasilkan madu tetap lestari dan terus berlimpah. karena perlindungan sialang itu bukan hanya dari kami saja tapi dari adat sekarang juga sudah ada dasar hukumnya gitu. kalau kita mencuri sekarang kalau cara adatnya gimana enaknya sesama kita kan gitu. tapi kalo adat ga sanggup maka secara pemerintah itu yang pernah terjadi. lebih jauh menurut rintan perlindungan juga diharapkan perlindungan juga diharapkan dari organisasi pemerhati lingkungan atau pun dari lembaga pemerintah ini dilatar belakangi kenyataan madu hutan tidak hanya saja memberikan manfaat bagi ekonomi dan penghasilan keluarga namun juga berkaitan dengan kondisi lingkungan. kalau untuk sekarang ya semampu kami lah melindungi seperti itu. cuma yang kalau dari yang lainnya belum ada. karena untuk sekarang ada sudah ada yang namanya iegal logging itu penumbangan sialang. cuma untuk penahanan dari kami tidak ada dasar. yang nantinya kalau bisa dari WWF atau balai juga ikut melindungi bukan hanya kami kan gitu. tapi untuk saat ini belum ada status perlindungan, cuma perlindungan dari kami semua. karena untuk saya sendiri sialang ini bukan untuk satu orang yang mempunyai tapi buat desa kita semua. apabila pelestarian sialang ini terjadinya kebagusan otomatis yang bangga kan desa kita kan gitu. sementara itu kepala balai pengelolaan daerah aliran sungai BPDAS indragirilokan hendroyo sukono mengungkapkan dari sektor yang terbilang luas dilakukan masyarakat di provinsi riau selain juga ikut memperbaiki lingkungan dan peningkatan penghasilan masyarakat kegiatan ini juga mendukung program pemerintah provinsi riau. jadi salah satu yang sekarang dikembangkan oleh departemen kehutanan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus untuk kelestarian lingkungan adalah mengembangkan hasil hutan bukan kayu. usaha perlebahan merupakan salah satu usaha dalam rangka untuk pengembangan hasil hutan, dan di provinsi riau ini itu lebah madu merupakan usaha yang cukup dominan. jadi berbagai tempat sudah banyak masyarakat yang memanen madu untuk meningkatkan pendapatan mereka. nah, kami mengharap memang lebah madu ini bisa menjadi konsep k2i sektor kehutanan. karena k2i seperti kita tahu adalah pemberantasan kemiskinan pemberantasan kebodohan dan peningkatan infgrastruktur. dan hbk dengan lebah madunya ini merupakan upaya untuk memberantas kemiskinan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. dan dengan adanya usaha lebah madu ini kita juga mendorong masyarakat untuk menyediakan pakan lebah sehingga sekaligus dengan tidak sengaja mereka melalukan penanaman pohon untuk pakan lebah itu. nah ini harus terus menerus dikembangkan agar lokasi-lokasi yang ada pepohonannya itu tetap lestari tetapi masyarakat mendapatkan uang, manfaat, pendapatan dari hasil lebahnya itu. selain itu pihaknya juga berupaya menggelar pelatihan untuk meningkatkan kemampuan warga yang menjadi budidaya lebah madu dan madu hutan sebagai mata pencaharian. kami melakukan pelatihan-pelatihan juga kerjasama dengan mitra kita harapkan lebah madu yang dihasilkan oleh masyarakat ini yang saat ini kadar airnya masih cukup tinggi itu bisa lebih baik, lebih turun kadar airnya, selain itu lebah madu yang kita kembangkan sebetulnya hasilnya bukan hanya madu tapi bisa polen bisa untuk obat. jadi kita ingi lebah itu bukan hanya madu tapi bisa juga hasil-hasil lainnya yang sangat berguna untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. secara target menurut hendroyo jangka panjang tentunya selain hutan terjaga masyarakat juga bisa terus menikmati hasil dan manfaatnya. kita harapkan dengan berkembangnya lebah madu tanaman-tanaman yang ada terjaga. dengan tanaman terjaga berarti lestari atau lingkungan tetap lestari. masa\yarakat tidak hanya berpikir bagaimana menebang pohon tetapi bagaimana dia memanen madunya. ya inilah konsep yang mau terus kita kembangkan di provinsi riau jadi dengan tidak menebang pohon kita mendapatkan pendapatan, dengan kita mendapatkan pendapatan yang tinggi lingkungan tetap lestari dan bermanfaat bagi kehidupan kita

 

pemirsa alam sebenarnya memiliki banyak sumber berharga yang disediakan bagi kehidupan banyak manfaat semestiya bisa dimanfaatkan anak negeri tanpa mesti merusaknya. kami berharap tayangan tadi bisa menjadi upaya penyebarluasan informasi tentang bagaimana lingkungan kita dan upaya apa saja yang bisa kita lakukan untuk kini bisa memperbaiki kembali. mari bersama hijaukan riau

pemirsa semoga tayangan tadi menjadi motivasi dan inspirasi untuk dapat menjadi bagian dalam upaya melestarikan lingkungan