APMTN Mengikuti PAMOR Riau

APMTN-Pamor Riau

Pekanbaru (16/04/2014), Geliat perkembangan konsumen produk pertanian di Indonesia mulai memperhatikan aspek ke-organikan produk” ujar Rasdi Wangsa, Direktur Program Aliansi Organik Indonesia,beberapa waktu lalu usai mengisi ToT PAMOR Riau. Dalam rangka mendorong percepatan sertifikasi mutu organic kelompok petani madu hutan Tesso Nilo ,APMTN berpartisipasi dalam Pelatihan Sistem Penjamin Mutu Organik (PAMOR) Indonesia. Acara tersebut diselenggarakan kerjasama antara WWF Indonesia Riau Conservation Program dan Aliansi Organik Indonesia.
Pentingnya penggunaan produk tani organik,didasarkan kepada tingginya angka penyakit akibat produk tani yang tidak bekerlanjutan,seperti penggunaan pestisida kimia”, Rasdi Wangsa menambahkan bahwa produk tani yang diolah secara organic dan bebas zat berbahaya  dapat  mencegah berbagai jenis penyakit. Seperti  misalnya di Jawa saat ini konsumen lebih memilih produk hasil pertanian rendah pestisida kimia.
Sejalan dengan hal tersebut, Ketua APMTN, Wazar mengungkapan bahwa kepemilikan Sertifikat Organik dirasa penting untuk menjaminkan kualitas produk madu. Dengan melalui kepemilikan Sertifikat Madu hutan organik, konsumen tidak akan ragu terhadap kualitas produk madu.”Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan kelompok petani madu Tesso Nilo untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam memenuhi prinsip-prinsip sertifikasi madu organik” ujarnya.
Pelatihan PAMOR memperkenalkan system penjamin mutu organik berbasis komunitas. System ini lebih mudah dan terjangkau bagi kalangan petani, mengingat tingginya biaya sertifikasi organic dengan  menggunakan pihak ketiga. Pelatihan ini diikuti lebih kurang 20 peserta dari berbagai elemen kelompok petani madu di tingkat kabupaten Riau. Kelompok petani madu  berasal dari kabupaten Kuansing, Logas Tanah darat, Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Kamar.
Afri Yondra , Community Organizer WWF Riau, selaku pendamping kelompok petani madu hutan Tesso Nilo, menekankan ”Pelatihannya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas madu hutan Tesso Nilo. Secara tidak langsung dapat menjawab tantangan permintaan konsumen.  Kedepan APMTN akan mendorong  kelompok petani yang tersebar di sekitar kawasan Tesso Nilo untuk menerapkan PAMOR.

Leave a Reply