BUDIDAYA LEBAH MADU

Nah sekarang, kita sudah berada di rumah ridwan seorang petani lebah budidaya yang dibina balai pengelolaan daerah aliran sungai atau BPDAS indragirilokan. rumahnya yang terlihat cukup asri dengan berbagai jenis tanaman kita bisa saksikan puluhan stum atau koloni lebah madu budidaya. saat kami tiba dari salah seorang anak ridwan tengah melakukan panen madu dan pemindahan lebah dari glodok ke dalam stum. glodok adalah istilah lokal yang berarti wadah penampung lebah sementara yang terbuat dari pohon kelapa. sementara stum atau kloning merupakan sarang lebah budidaya. didalamnya terdapat 7 atau 8 sisir tempat lebah membuat sarang untuk menghasilkan madu. usaha lebah madu budidaya ini menurut ridwan telah dimulai sejak tahun 1999. kegiatan dimulai usai ridwan dan anaknya deswi hangga mengikuti pelatihan yang digelar sub bag balai rehabilitasi lahan dan konservasi tanah departemen kehutanan atau yang sekarang dikenal dengan BPDAS indragirilokan. selain modal pelatihan, peserta pelatihan yang ketika itu digelar di kulo budidaya berupa kloning lebah serta beberapa jenis tanaman yang menghasilkan bunga sebagai pakan ternak. ada kawan yang datang kesini melalui kepala desa, orang itu katanya untuk melatih lebah madu ini apis terana. tapi saya coba sama adik sri hang ratu anak saya, saya coba pergi pelatihan ke kluwek itu setelah dilatih. kami berjuang untuk memikirkan kehidupan kita sendiri dengan masyarakat melalui lebah ini. alhamdulillah sampai sekarang lebah ini penghasilan-penghasilan lebah ini walau pun untuk masyarakat nganggur di desa kuapan ini sebagian terbantu oleh hasil lebah ini. luas areal lebah madu di desa kuakan yakni 10 hektar yang dilakoni 20 petani lebah. mereka sendirinya adalah warga desa setempat. ridwan sendiri sejak memulai usaha ini sebagai petani lebah madu budidaya hingga lima tahun pertama yakni sampai tahun 2004 dengan tekn bekerja menjadi petani lebah madu, namun di tahun berikutnya usaha ini dikembangkannya dengan menghasilkan stum atau kloning tempat lebah-lebah bersarang. madu budidaya ini mulai tahun 1999. waktu itu saya keliling pake kendaraan. mulai dari kluwek sampai pekanbaru sekeliling kota. waktu itu saya masuk 2 kali seminggu, waktu itu penghasilan saya sehari 700 kadang-kadang 500, ada yang 300. setelah lebah ini saya bikin label, beli segelnya orang sudah kenal semua jadi kita tidak jualan keliling lagi. di label saya itu saya tulis menjual madu asli, menjual bibit lebah, peralatan-peralatan yang perlu untuk mengambil madu lebah. hasilnya banyak pengusaha yang datang untuk membeli bibit lebah kita ini. setelah kita mendapat perkembangan yang sama juga lebih dari penghasilan madu. jika kini usaha lebah madu budidaya milik ridwan telah berkembang itu tidak semata-mata hasil pengembangan hasil usaha tersebut namun yang tidak kalah penting ada usaha dari ridwan untuk menyediakan pakan untuk lebah apisterana. caranya dengan terus menanam tanaman yang menghasilkan bunga disekitar rumahnya. wajar jika kini disekitar rumah ridwan dipenuhi tanaman yang menghasilkan bunga sepanjang tahun seperti jambu air, durian, pepaya, rambutan, karet, kelapa dan jenis tanaman lainnya yang menghasilkan bunga untuk pakan lebah madu. jadi waktu itu kan tanaman itu memang tidak banyak seperti sekarang, karena waktu itu kalau dalam pelatihan itu kemarin tentang perlebahan ini kalau panas kuat, jadi lebah itu tidak mau berkembang maka saya tanam pohon-pohonan seperti karet juga karetnya menghasilkan madu jadi sekarang itu lah saya tanam semuanya sama seperti yang sejuk ini. apa pak tanamannya? jambu, kopi, coklat, durian, mangga dan bermacam-macam yang lain kan ada semuanya. sebagai generasi kedua petani lebah madu di desa kuakan desti hangga mengaku lingkungannya kini terasa lebih hijau. kalau dulunya kan tanaman disekitar desa ini cuman kayak tanaman di hutan gitu ga kayak tanaman yang ada sekarang. kalau yang ada sekarang ini kan tanamannya untuk kebutuhan lebah juga. budidaya tanaman lebah madu ini ternyata tidak saja membawa dampak positif bagi upaya perbaikan lingkungan yang ditandai dengan dorongan untuk terus menambah jenis tanaman untuk menyediakan bunga bagi pakan lebah madu budidaya. namun secara ekonomi jelas menguntungkan. ekonomisnya juga mengandalkan juga bagi kehidupan kita. dalam arti begini terkadang kita kerja yang lain untuk mencari uang ga dapat. kadang sendiri kita lihat lebah ini ada madunya juga kita ambil itu menjadi juga untuk penghasilan. untuk anak-anak sekolah, ada juga untuk beli-beli kendaraan, ada juga sampai sekarang anak-anak selesai itu udah sekolah semua dan ada yang tamat. penghasilan dari lebah in yang kami rasakanm yaitu untuk biaya sekolah kami, kakak, adik, sudah bisa membantu untuk biaya sekolah ada juga untuk beli kendaraan kebetulan sudah bisa terpenuhi dari ternak lebah ini. keuntungan secara ekonomi tidak saja dirasakan oleh keluarga ridwan namun juga warga setempat. contohnya saja ini, pekerjaan pembutan stum atau kloning lebah ini lagi ikut memberi peluang kerja bagi warga yang berminat juga berkontribusi bagi perkembangan lebah madu di provinsi riau. satu unit stum dijual seharga 250 ribu rupiah beserta lebahnya dan kini pemasarannya tidak saja disekitar kampar dan provinsi riau. namun peminat juga berasal dari provinsi tetangga seperti provinsi riau, jambi dan provinsi sumatra barat. nah pemirsa itu tadi tayangan kami tentang bagaimana kegiatan areal model budidaya lebah madu di desa kuapan kecamatan tambang kabupaten kampang.

Leave a Reply