Menuju Pra-Sertifikasi Organik Madu Hutan APMTN

Pekanbaru (22/12/2014) Sistem pertanian organic sudah sejak dulu kala diketahui, sejak manusia mengenal ilmu bercocok tanam. Ketika itu manusia melakuan pertanian secara tradisonal dan menggunakan bahan-bahan alamiah. Namun sejalan dengan modernisasi teknologi pertanian, dalam upaya pemenuhan kebutuhan pangan yang semangkin meningkat, dilakukan berbagai program intensifikasi. Intensifikasi lahan dan penggunaan pupuk kimia yang berlebihan menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan dan memberikan dampak yang buruk terhadap kesehatan manusia.

 

sertifikasi organic
sertifikasi organic

Untuk produk madu hutan, konsumen sering mempertanyakan keaslian produk madu hutan, apakah murni seratus persen atau bercampur dengan zat adiktif atau kimia berbahaya lainnya.

Pengelolaan produk madu hutan yang organic merupakan salah satu upaya Asosiasi dalam menjamin keaslian kualitas produk madu ditingkat konsumen. Produk Organik dalam pengolahan madu hutan dapat diartikan sebagai pengolahan madu yang dalam tahapan proses pengolahannya dari mulai sebelum panen, ketika panen dan setelah panen mengikuti proses ke-organisan, dalam hal ini diolah secara alamiah tanpa pengunaaan bahan kimia berbahaya dan memperhatikan aspek kelestarian lingkungan disekitar. WWF Program Riau mendorong APMTN kelompok petani madu hutan dalam upaya mendapatkan sertifikasi organic melalui Biocert.
Tahapan yang sudah dilakukan adalah pelaksanaan lokakarya penguatan dokumentasi dan system ICS. APMTN yang terdiri atas beberapa kelompok petani madu hutan di 3 kabupaten melakukan lokakarya penguatan dokumentasi dan system ICS. Kelompok desa yang mengikuti kegiatan ini adalah KOPMAS, Kelompok Petani Madu Sailan , Kelompok Petani Madu Rimbo Sati Sialang Batuah kabupaten Kuansing, AHIMBI, Kelompok Petani Sialang Mandiri. Didalam Lokakarya Petani madu hutan menyepakati rencana kerja masing-masing kelompok petani madu hutan menuju sertifikasi organik.

Sebelum melakukan inspeksi internal , Kelompok petani madu hutan melakukan pendokumentasian dan melengkapi persyaratan administrasi. APMTN dengan pendampingan langsung dari AOI dan WWF Program Riau melakukan pendampingan ke lapangan dalam upaya mendorong kelengkapan administrasi kelompok petani madu hutan. Kelompok petani madu hutan melengkapi beberapa formulir sebagai syarat inspeksi. Kedepan kelompok petani madu hutan dibawah APMTN bersama AOI didukung oleh WWF Program Riau akan dijadwalkan melakukan inspeksi internal ke masing-masing kelompok petani madu hutan Tesso Nilo.

Leave a Reply