Sosialisasi SOP Panen Madu Lestari

SOP Panen lestariPekanbaru, ( 27/3/2013) APMTN melaksanakan sosialisasi panen madu lestari kepada kelompok-kelompok pemanjat madu yang tersebar dibeberapa desa disekitar kawasan Hutan Tesso nilo Kabupaten Kampar. Sosialisasi dilaksanakan mulai Desember 2012 hingga Februari 2013 dan telah melibatkan enam desa yakni Desa Gunung Sahilan, Sahilan Darussalam, Sungai Pagar, Gading Permai, Mentulik dan Desa Gondai.

Sosialisasi Pemanenan madu secara higienis dan lestari lebih bertujuan untuk kesinambungan kehidupan koloni lebah dan meningkatkan kualitas madu yang dihasilkan.
Menurut ketua APMTN , Achmad Wazar mengungkapkan “Dengan hanya mengambil madu dan meninggalkan sarang anakan kita telah membantu perkembang-biakan koloni lebah. Dan dengan cara tiris dan tidak memeras serta menggunakan peralatan yang bersih dan higienis, maka akan menghasilkan madu yang berkualitas ujarnya.

Selain mensosialisasikan pemanenan madu secara higienis dan lestari, APMTN bersama WWF – Riau mencoba untuk menginisiasi adanya peraturan atau payung hukum di tingkat desa untuk perlindungan Pohon Sialang dan Kepungannya. Hal ini dilakukan lebih kepada kepastian keberlanjutan dari usaha masyarakat dalam mengupayakan madu hutan sebagai mata pencaharian.

Upaya sosialisasi ini akan terus dilakukan oleh APMTN kepada kelompok-kelompok masyarakat pencari madu guna meningkatkan kualitas madu yang bermuara kepada tingginya harga jual dan meningkatnya kesejahteraan mereka.

Leave a Reply