Workshop Madu Hutan Nusantara : Ajang Sharing Para Pengiat Madu Hutan Indonesia

wokshp nas

Pekanbaru (16/04/2014) APMTN dan kelompok petani madu ditingkat nasional mengikuti Workshop Madu hutan Nusantara dan tantangan berkelanjutan atas kerja sama  Dirjen Perhutani Kemenhut, WWF Riau, BLH Riau,JMHI, dan AOI. Hutan kepungan sebagai tempat habitat alami Lebah Apis Dorsata mulai berkurang.Workshop madu hutan nusantara mendiskusikan tantangan petani kedepan terhadap hancurnya habitat madu hutan. Pemerintah pusat harus mengambil kebijakan serius terhadap degradasi hutan akibat alih fungsi lahan. Aktivitas tersebut berdampak besar terhadap turunnya produksi madu hutan di Indonesia.
Kelompok Petani Madu Hutan Tesso Nilo merasakan dampak besar dari permasalahan ini. Menurut ketua Ahmad Wazar disaat menghadiri Workshop Nasional kepada redaksi beberapa waktu lalu, “tingginya ancaman perambahan Tesso Nilo menjadi pengaruh buruk bagi kesinambungan produksi madu hutan kami.” Lebih lanjutnya Wazar yang biasanya akbrab dipanggil Ical menjelaskan “pemerintah harus memiliki kebijakan tegas terhadap aktivitas alih fungsi lahan illegal di Tesso Nilo, aktivitas ini menyebabkan banyaknya pohon Sialang dan kepungannya ditebang , sehingga menurunkan produksi madu hutan Tesso Nilo ,”
Workshop Nasional Madu hutan menjadi ajang sharing pengetahuan antar penggiat madu hutan. Berbagai kalangan stake holder turut berpartisipasi aktif diacara ini, seperti Dishut tingkat kabupaten Riau, BLH, Lembaga Adat Melayu Riau, Jaringan Madu Hutan Indonesia. Di samping membahas permasalahan hancurnya habitat alami madu hutan,Petani juga mendiskusikan permasalahan  dari segi produksi hingga kualitas mutu madu hutan. Perwakilan TLH sebagai buyer madu APMTN berkesempatan menghadiri workshop. TLH  turut memberikan kontribusi positif dalam menjawab permasalahan kualitas madu hutan para petani. Workshop Madu menghasilkan nota kesepahaman pembentukan sentra Madu Hutan di Provinsi Riau. Community Empowerement Module Leader WWF Riau Adi Purwoko mengungkapkan pengelolaan madu hutan di Provinsi Riau kedepan diharapkan dapat lebih berkembang.

Leave a Reply